Headlines News :
Home » , , » Jeffrey Krusinski, Pemimpin Lembaga Anti-Pelecehan Seksual, Justru Melakukan Pelecehan

Jeffrey Krusinski, Pemimpin Lembaga Anti-Pelecehan Seksual, Justru Melakukan Pelecehan

Ditulis Oleh Unknown Pada Tuesday, May 7, 2013 | 10:54 PM

Jeffrey Krusinski, Pemimpin Lembaga Anti-Pelecehan Seksual, Justru Melakukan Pelecehan - Sebuah berita hangat tentang pelecehan seksual datang dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, pelakunya adalah seorang pejabat yang memimpin lembaga Respon dan Pencegahan Serangan Seksual di Air Force Amerika Serikat (AS). Dia adalah LetKol Jeffrey Krusinski. Ia dilaporkan oleh korban sendiri karena meraba payudara dan bokong perempuan tersebut di tempat parkir. Akibatnya, pria yang berusia 41 tahun ini telah diberhentikan dari pekerjaannya, demikian dilansir NY Daily News, Selasa (7/5/2013).

NY Daily News
Dalam laporan tersebut, korban menyebutkan bahwa pada saat kejadian, si pelaku, Jeffrey Krusinski, dalam keadaan mabuk dan kemudian meraba payudara dan bokong perempuan tersebut. Ia kemudian melawan dan melapornya peristiwa yang dialaminya tersebut ke polisi.

Pihak kepolisian Arlington pun segera menangkap Letnan Kolonel Jeffrey Krusinski dengan tuduhan melakukan serangan seksual yang terjadi pada Minggu, pekan lalu, sekitar pukul 0.30 dini hari di Crystal City. Juru bicara kepolisian, Dustin Sternbeck, mengatakan Krusinski tidak tahu perempuan yang dirabanya itu.

Namun kini, berdasarkan keterangan dari Susie Doyle, juru bicara dari kantor Arlington County Sheriff's Office, ia mengatakan bahwa Minggu pekan lalu Krusinski telah dilepas setelah membayar uang jaminan sebesar US$5.000. Selanjutnya dakwaan akan diberikan pada kamis ini.

Sejatinya, unit yang dipimpin oleh Letkol Jeffrey Krusinski merupakan sebuah unit yang tergolong elit dan sangat berpengaruh dalam pendidikan tentang pelecehan dan kekerasan seksualitas. Dalam situs Air Force disebutkan program Respon dan Pencegahan Serangan Seksual di Angkatan Udara (AU) AS merupakan satu dari komitmen mereka untuk mengurangi serangan seksual yang dilakukan melalui pembelajaran, training, edukasi, advokasi korban, respon, pelaporan, dan akuntabilitas.

Namun sayang, akibat dari minuman dan kemabukan, peristiwa yang seharusnya ia berantas justru menajdi petaka bagi dirinya sendiri.
Share this post :
Comments
0 Comments
 
Support : Privacy Policy | TOS | Site Map
Copyright © 2011-2013. BERITAKU BERITAMU - All Rights Reserved
Created and Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger | Supported by: Google | Google Adsense